BENARKAH KITA PAHAM JIHAD?

Leave a comment

Sunarwoto*

Sebut saja namanya Kang Muhib, seorang kawan, mahasiswa BK (bebas kuliah) di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Sejak rajin mengikuti pengajian di masjid tempatnya tinggal, keberagamaan Kang Muhib tumbuh sedemikian pesat. Dari sekian banyak pengajian yang diikuti, dia tampaknya menemukan format keberislaman yang sejuk-damai, namun sekaligus menuntut ketundukan ekstra ketat. Dari gayanya berpakaian hingga bertutur kata, dia berhak menyandang julukan muslim ideal. Idiom-idiom Arab nan religius yang didapat dari para ustad dan ikhwan begitu kental melekat di lisannya fasih. Kaifa haluk ya akh! Apa kabar, kawan! Begitu sapanya pada suatu ketika.

More

Advertisements

Aliran Spiritual Air Kata-kata Sindhunata

Leave a comment

Judul: Air Kata Kata
Penulis: Sindhunata
Penerbit: Galang Press, Yogyakarta & Bayumedia, Malang, Cetakan: I, Desember 2003
Tebal: xvi + 162 halaman

***

Ada yang beda pada buku ini dibanding buku-buku Sindhunata sebelumnya. Sebelumnya, Sindhunata banyak terinspirasi karya orang lain. Novelnya berjudul Semar Mencari Raga (Kanisius, Yogyakarta, 1996), misalnya, banyak diilhami oleh lukisan tentang Semar karya Agung Leak Kurniawan, Djokopekik, Hanura Hosea, Hari Budiono, Ong Harry Wahyu, Hendro Suseno, Murtianto Antik dan Suatmaji, serta lakon Geger Semar yang dipentaskan Ki Bambang Suwarno Sindutanaya. Sementara itu, pada novel Tak Enteni Keplokmu Tanpa Bunga dan Telegram Duka (Gramedia, Jakarta, 2000), Sindhunata banyak menangguk ilham dari lukisan-lukisan Djokopekik seperti “Susu Raja Celeng”, “Indonesia 1998 Berburu Celeng”, dan “Tanpa Bunga dan Telegram Duka Tahun 2000”.

More