Membedah Kekayaan Tafsir Indonesia

2 Comments

Membedah Kekayaan Tafsir Indonesia Kekayaan tafsir di Indonesia juga terletak pada keanekaragaman pendekatan dan metodologi.
Khazanah Tafsir Indonesia: dari Hermeneutika hingga Ideologi
Penulis : Islah Gusmian
Penerbit : Teraju, Jakarta, 2003


BUKU ini diangkat dari tesis yang ditulis Islah Gusmian dan mencoba menelaah secara mendalam khazanah tafsir Indonesia yang muncul selama dasawarsa 1990. Ada 24 judul buku tafsir berbahasa Indonesia dan ditulis oleh muslim Indonesia dalam satu dasawarsa tersebut. Ada dua aspek utama yang dikaji buku ini, yaitu aspek teknis penulisan tafsir Al-Quran dan aspek hermeneutiknya.
Buku ini menyimpulkan tiga horizon baru dalam khazanah tafsir Indonesia. Pertama, penyajian tematik tampaknya menjadi mayoritas. Tapi, dalam wilayah metode tafsir, metode interteks juga menjadi kecenderungan umum. Sedangkan dari konteks pendekatan, kita bisa temukan tren pendekatan kontekstual. Dalam Cahaya Al-Quran: Tafsir Ayat-Ayat Sosial Politik karya Syu’bah Asa, misalnya, mendekatinya dengan kritik politik.

More

Advertisements

Sayyid Bakri b. Muhammad Zayn al-‘Abidin Shata (1266-1310/ 1849-1893)

Leave a comment

Sayyid Bakri Shata, demikian biasa dipanggil, lahir di Makkah pada 1266/1849 di Bayt Shata. Nama ayahnya adalah Sayyid Muhammad Zayn al-‘Abidin. Sang ayah meninggal saat Bakri Shata baru berumur tiga bulan. Dia kemudian diasuh dan dididik oleh kakak kandungnya, Sayyid ‘Umar Shata (1259-1330).

More

BERBAHAYAKAH NASR ABU ZAYD?

Leave a comment

Sunarwoto & M. Latif Fauzi*

Lagi-lagi dicekal, lagi-lagi dicekal! Sosok Nasr Abu Zayd, pakar studi al-Quran dari Mesir, seolah tak pernah luput dari kontroversi. Terutama sejak dia dinyatakan murtad oleh ulama Mesir. Pandangannya tentang al-Quran konon disebut-sebut sebagai pemicu kontroversi itu. Di Indonesia, sosok Abu Zayd pun menjadi kontroversi. Kali ini, kontroversi itu sudah memasuki departemen agama. MUI Riau jelas-jelas menolak kehadirannya di Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII, Rabu malam 21 November di hotel Syahid Pekan Baru. Abu Zayd pun dilarang menjadi pembicara pada Seminar Internasional Islam di Malang (27/11/2007). Alasannya, departemen ini mendapat tekanan dari pihak yang menamakan diri masyarakat dan organisasi Islam. Menjadi pertanyaan tentunya: siapa masyarakat dan organisasi mana yang menekan agar Abu Zayd batal menghadiri pertemuan itu?

More