Orientalisme adalah cara untuk menangani “Timur” (the Orient) berdasarkan pada kedudukan istimewa Timur dalam pengalaman Barat-Eropa. Edward Said menunjuk tiga makna orientalisme. Pertama, orientalisme dalam pengertian akademis, yakni siapa pun yang mengajar, menulis tentang, dan meneliti Timur dalam aspek tertentu atau seluruh aspeknya adalah orientalis, dan yang dilakukan olehnya adalah orientalisme. Kedua, orientalisme sebagai cara berpikir (a style of thought) yang didasarkan pada pembedaan ontologis dan epistemologis antara “Timur” dan “Barat” (the Occident). Dan, ketiga, orientalisme sebagai “lembaga korporasi” (corporate institution) yang menangani “Timur”. Said mengatakan bahwa Orientalisme harus dikaji sebagai suatu wacana (discourse) dalam pengertian Michel Foucault.

 

Advertisements