Ketemu kitab Durrat al-Faridah al-Saghirah

Leave a comment

Pulang kampung, selalu ketemu kitab yang sudah lama tidak disentuh. Kali ini kitab itu adalah kitab Durrat al-Faridah al-Saghirah karya Kiyai Muhammad Irsyad al-Qudusi al-Jawi al-Syafi’i. Kitab ini berisi tentang prinsip-prinsip akidah Islam menurut versi Imam al-Asy’ari. Berisi penjelasan tentang sifat-sifat Allah dan sifat-sifat Rasul yang dikenal di Jawa Tengah sebagai MUKTAQAD SEKET (Keyakinan yang lima puluh). Kitab ini seingat saya dibaca oleh orang-orang tua di kampung saya. Ditulis dalam bahasa Jawa dan dengan gaya bahasa makna kitab gandul atau kuning.

Advertisements

KISAH C. SNOUCK HURGRONJE NYANTRI (Bag I)

Leave a comment

Snouck Hurgronje di “Pesantren” Syaikh Zayni Dahlan Makkah 

I

Kisahnya bermula pada suatu hari di akhir Maret 1885, ketika Snouck menghadiri pengajian subuh di Masjidil Haram. Ketika itu Snouck ditemeni beberapa santri Jawa, usai salat subuh. Secara kebetulan, ketika melewati jalan-jalan di pusat masjidil Haram dia bertemu dengan Syaikh Zayni Dahlan. Tahu keberadaan sang Syaikh, teman-teman santri itu segera memberitahukan bahwa Snouck harus turut mencium tangan sang Syaikh agung itu sebagaimana mereka biasa lakukan setiap berpapasan. Dan, begitulah yang kemudian dilakukan pula oleh Snouck.

Diperkenalkanlah Snouck dengan sang Syaikh itu. Dengan informasi yang serba sedikit, para santri itu menceritakan Syaikh, bahwa Snouck berasal dari Barat (Western parts), dia telah belajar banyak hal, tetapi dia ingin memperluas ilmunya dengan menghadiri pengajian-pengajian para syaikh Masjidil Haram. Mendengar penjelasan para santri Jawa itu, Zayni Dahlan, sang Syaikh al-‘Ulama itu, menyambut baik maksud dari “calon santri” yang datang dari negeri seberang ini. Sang Syaikh meminta para santri itu untuk mengajak Snouck menghadiri pengajian beliau mengenai Tafsir al-Baydhawi yang disampaikan setiap pagi setelah salat subuh, dan pengajian Ihya’ ‘Ulum al-Din karya Imam al-Ghazali dua kali seminggu. Tak hanya mengundang ke pengajian, Syaikh Zayni Dahlan bahkan mengundang Snouck ke rumah beliau Jumat malam, minggu berikutnya. Pada saat-saat itulah, di rumah Syaikh Dahlan biasa berkumpul santri yang sedang membaca al-Quran sembari duduk melingkar, mulai pukul 8 hingga tengah malam. Begitulah akhirnya Snouck menerima undangan itu dan dan diterima sebagai santri seorang yang Snouck sendiri menyebut beliau sebagai “Rektor Universitas Makkah.” (Bersambung)